Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Tengah, Dr. Abdul Rahman Jaya, yang didampingi oleh Kasubag TU. Turut hadir pula jajaran Kepala Madrasah se-Kabupaten Buton Tengah, perwakilan Baznas, Persatuan Wanita Islam, serta para ASN dari KUA Kecamatan Lakudo. Kehadiran para pimpinan dan lintas organisasi ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembinaan karakter peserta didik melalui nilai-nilai keagamaan.
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Rahman Jaya memberikan motivasi mendalam yang menghubungkan peristiwa agung Rasulullah dengan dunia pendidikan. Beliau menekankan bahwa setiap siswa harus berani menjalani "Isra" atau proses perjuangan yang penuh tantangan dalam menuntut ilmu. Menurutnya, tanpa proses belajar yang tekun dan disiplin, mustahil bagi seorang siswa untuk mencapai "Mi’raj" atau puncak kesuksesan yang dicita-citakan di masa depan.
Puncak kegiatan diisi dengan uraian hikmah yang disampaikan oleh H. Sairul, Lc., M.A. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan sejarah, melainkan simbol perjuangan intelektual dan spiritual. H. Sairul menggarisbawahi pentingnya memandang aktivitas belajar sebagai proses yang harus dinikmati demi meraih keberkahan, sehingga kesuksesan yang didapat tidak hanya bersifat duniawi tetapi juga bernilai ibadah.
Sebagai penutup, pembawa hikmah mengingatkan seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah, terutama salat lima waktu. Beliau menegaskan bahwa menjaga hubungan baik dengan Allah SWT adalah kunci utama untuk menjadi hamba yang dicintai-Nya. Dengan kualitas ibadah yang terjaga, diharapkan para siswa MTsN 1 Buton Tengah tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh.

Posting Komentar